pelatihan manasik Haji

SMAN 1 Muara Teweh

UM PALANGKARAYA

pelantikan Rektor

PPL II

SDN 10 Langkai

ganteng

saudaraku

Bakso Patria

Muara Teweh Barito utara

Kuda Lumping

Wonorejo Muara Teweh

Jumat, 15 April 2011

10 Virus Komputer Paling Kejam di Dunia

1. Storm Worm
Muncul tahun 2006, disebut “Storm Worm” karena menyebar via email dengan judul “230 dead as storm batters Europe”. Storm worm adalah program Trojan horse. Beberapa versinya bisa buat komputer menjadi bots. Atau biasa digunakan hacker untuk spam mail melalui internet.

2. Leap-A / Oompa- A
Mac yang punya konsep security through obscurity yakin tidak akan terserang virus karena OS nya sistem tertutup. Tapi tahun 2006, virus Leap-A atau biasa disebut Oompa-A muncul. Menyebar lewat iChat pada Mac. Setelah Mac terserang, virus itu akan mencari kontak melalui iChat dan mengirimkan pesan ke setiap kontak itu. Pesannya itu berisi file corrupt yang berbentuk JPEG. Memang tidak berbahaya, namun hal ini menyatakan bahwa masih mungkin akan ada virus berbahaya yang menyerang MAC.

3. Sasser and Netsky
Penciptanya anak Jerman umur 17 tahun, Sven Jaschan. Sasser menyerang Microsoft Windows. Sasser ini tidak menyebar via email tapi jika satu komputer terkoneksi ke komputer yang kena virus ini. Virus ini membuat komputer tidak bisa di-shutdown tanpa mencabut power. Netsky menyebar melalui email dengan 22 Kb attachment file dan jaringan Windows. Bisa bikin serangan DoS. Sven Jaschan tidak dipenjara hanya diberi masa percobaan 1 tahun 9 bulan, karena umurnya masih di bawah 18 tahun.

4. MyDome (Novarg)
Mulai menyerang tanggal 1 Februari 2004, virus ini membuat backdoor di OS. Pertama kali tanggal 1 itu mulai DDoS. Kedua, tanggal 12 Feb, virus ini berhenti menyebar dan mulai buat backdoors. MyDoom menyebar via email, selain itu selalu search di search engines, seperti Google mulai menerima jutaan permintaan pencarian dan bikin lambat sampai akhirnya crash. Gara-gara MyDoom, Senator US Chuck Schumer mengajukan pembuatan National Virus Response Center.

5. SQL Slammer / Saphire
Muncul Januari 2003, menyebar cepat lewat internet. Waktu itu membuat layanan ATM Bank Amerika crash, hancurnya layanan 911 Seattle, dan Continental Airlines membatalkan beberapa penerbangan karena error check in dan ticketing. Bikin rugi lebih dari $1 milliar sebelum di-pacthed.

6. Nimda
Ini juga tahun 2001, kebalikan dari kata “admiN”. Penyebarannya sangat cepat, menurut TruSecure CTO Peter Tippet, Nimda hanya butuh 22 menit buat menjadi Top Ten saat itu. Target nya server-server Internet, menyebar lewat Internet. Nimda akan membuat backdoor ke OS. Jadi penyerang bisa akses ke server dan berbuat apa saja. Nimda juga menjadi DDoS.

7. Code Red & Code Red II
Muncul musim panas 2001, menyerang OS Windows 2000 & NT. Virusnya bakal membuat buffer penuh sehingga menghabiskan memori. Paling seru waktu berhubungan sama White House, semua komputer yang kena virus ini bakalan otomatis akses ke web server di White House secara bersamaan, jadi bikin overload, alias serangan DDoS. Akhirnya Microsoft rilis patchnya saat itu.

8. The Klez
Muncul tahun 2001, menyebar via email, replikasi kemudian terkirim ke orang-orang di address book. Bikin komputer tidak bisa beroperasi, bisa mematikan program antivirus.

9. ILOVEYOU
Setelah “Melissa”, muncul dia dari Filipina, bentuknya worm, program standalone dapat me-replikasi sendiri. Menyebar via email, judulnya ”surat cinta” dari pengagum rahasia . Original file nya LOVE-LETTER- FOR-YOU.TXT. vbs. VBS singkatan Visual Basic Scripting. Penciptanya adalah Onel de Guzman dari Filipina.

10. Melissa
Dibikin tahun 1999 oleh David L Smith, basicnya Microsoft Word macro. Menyebar via email dengan dokumen “Here is that document you asked for, don’t show it to anybodey else”. Kalau sampai dibuka, virus akan replikasi dan otomatis terkirim ke top 50 di address book email. Smith dipenjara 20 bulan dan denda $5000 serta dilarang mengakses komputer tanpa pengawasan.

Rabu, 09 Februari 2011

Perkembangan Alat DJ Digital Dan Vinyl DJ Manual

Kemajuan teknologi digital sungguh membuatane kagum. Betapa tidak, banyak sekali pekerjaan yang menjadi lebih mudah dibandingkan sebelum adanya teknologi digital. Kebayang ya, kalau ane mesti ngedit video ga menggunakan semacam Adobe Premier, harus linier tapi to tape, wah alatnya aja mahal banget. Kini modal sebuah PC (PC lho bukan Mac) seharga 4 juta plus firewire card, miniDV ane dapat anedonlot masuk jadi AVI digital. Diedit, diapain aja… gampang sekali. Begitu juga dengan mixing audio/musik. Dulu pas ane sering nongkrong di sekolah DJ,ngumpulin lagu yang ane suka saja, maka modalnya ane punya tape deck yang doble deck. Ane rekam satu-satu dari kaset ke kaset. Eh sekarang, ada MP3, mau dijadiin CD audio juga bisa, hanya pake Nero…. ahhh… what’s a beautiful life…

Namun ada satu hal yang aneherankan, untuk urusan nge-DJ aja sekarang sudah ada alat bantu yang sangat modern. Gambar diatas adalah mesin DJ yang sekarang sudah ada di pasaran. Alat tadi digunakan sebagai kontroler untuk mengatur pemutaran lagu, dan lagunya….. bisa MP3 atau WAV yang tersimpan di harddisk komputer!! Wah…, berapa lagu yang bisa kita bawa & mainkan. Duh kebayang repotnya membawa-bawa plat piringan hitam, belum lagi masalah jarum/kartrid turntable. Menggunakan alat di atas sangat-sangat simple dibandingkan membawa 2 atau bahkan 3 turntable untuk nge-DJ

Tapi herannya, hingga hari ini alat DJ ini belum dianggap luar biasa dibandingkan dengan PH. Masih banyak para DJ yang menggunakan Vynil. Katanya kalau pake MP3 atau Wav tidak profesional, tidak berkelas… hihihi. Padahal menurut ane, yang lagi goyang di dance floor sih kayaknya ga perhatiin tuh DJ nya lagi muterin apa? Katanya sih, kalau pakai Vynil/PH ber-seni (hus…, nanti salah persepsi), maksudnya ada seninya. Yah namanya juga selera, gado-gado alias lotek aja masih ada yang betul-betul di ulek, bukan disiram begitu saja. Jujur saja, yang diulek agak lebih enak daripada yang gado-gado siram. Masalahna di jaman serba instan ini, apakah gado-gado ulek masih terus bisa bertahan di bandingkan gado-gado siram?